Impian Calon Backpacker
Smileybackpacker.com - Alkisah, sampai lulus kuliah, gue nggak pernah bisa bayangin kalau kelak gue bisa melakukan perjalanan keliling beberapa kota di pulau Jawa. Maklum, sejak kecil gue yang merupakan si sulung dari dua bersaudara sangat diperlakukan bagai barang antik oleh ayah gue. Jadwal harian gue sangat ketat dan begitu-begitu saja dari hari ke hari. Bangun tidur ~tentunya setelah mandi dan gosok gigi serta menolong ibu membersihkan tempat tidur layaknya anak-anak yang ideal pada masa itu~ gue berangkat ke sekolah untuk belajar dan kembali pulang pada waktu yang telah ditentukan ~ih, garing banget nggak sih?~
Masa muda gue dihabiskan hanya untuk sekolah, belajar, sesekali nekad mbolos demi ikutan pesta ulang tahun temen di sebuah fastfood paling ternama masa itu (K*C gitu deh). Cuma itu, dan gak pernah berharap lebih. Ikutan ekstra kurikuler Paskibra sudah merupakan prestasi tersendiri buat gue, meski dengan satu syarat yang nggak boleh gue langgar : Dilarang Ikutan Kemping ! Bayangin aja, Paskibra tanpa kemping itu kan bagaikan makan sayur sop tanpa wortel, kentang, kol, daun bawang, tomat, dan bumbu-bumbunya sekaligus. Nggak enak kan ? ~buru-buru lari ke dapur ngambil piring dan nyendok nasi~.
Harusnya gue berontak saat itu ya, tapi gue ingat, masa itu nggak ada istilah remaja Alay, Galau dan lain sebagainya. Semua aturan orangtua gue patuhi tanpa ampun, meski sesekali coba berontak dan akhirnya gagal ~iyalah, Ortu dilawan!~.
Sungguh tragis sepertinya. Karena setahu gue, berdasarkan cerita-cerita dari nenek dan kakek, justru Mama adalah cewek tergokil sepanjang masa dijamannya. Mama itu tomboi akut, seneng petualangan naik gunung, balap motor dan mobil, berburu binatang buas, hingga ngintil di belakang kakek kalau kakek lagi tugas ke luar pulau Jawa. Maklum, kakekku yang sekarang almarhum dulunya adalah tentara.
Mama juga yang sejak SMP hobinya kabur-kaburan kalau nggak dikasih uang jajan. Kaburnya nggak tanggung-tanggung, bisa sampek ke Irian sana!
Tapi kenapa setelah Mama menikah dan punya anak, justru gue dilarang ngapa-ngapain ? ini kontradiktif sekali dan sangat tidak bisa dibiarkan!
Bisa dibayangkan betapa membosankannya kehidupan gue waktu itu. Nonton ke bioskop sama teman-teman pun baru gue lakoni saat kuliah, itu pun karena kedua orangtua gue akhirnya pindah ke kota kembang Bandung, dan gue ditinggalkan sendirian merana di Jakarta. Sedih? tentu tidak! ini artinya kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia!
Pada akhirnya hidup gue sebagai anak sekolahan dan anak kuliahan berlalu tanpa sesuatu yang berkesan kecuali satu hal : gue pernah mengalami petualangan yang mendebarkan dan sangat luar biasa saat bersama ribuan mahasiswa menduduki Gedung DPR untuk berdemo menuntut Presiden Soeharto mundur dari tampuk kepemimpinan ! sungguh keren bukan? ~ehem, benerin poni sambil nebeng ngaca di mobil orang~. Kalau diingat-ingat lagi sekarang, rasanya lucu. Karena gue baru menyadari sesudahnya bahwa perjalanan dari tempat kost ke Gedung DPR itu adalah perjalanan terjauh gue seumur hidup.
Untuk seseorang dengan sebagian besar masa kecil hingga dewasa begitu membosankan, tentu perjalanan ala backpacker ngga pernah sekalipun terlintas dalam pikiran gue. Hidup gue monoton, hingga sepertinya gue bisa mengulang-ngulang cerita berpuluh-puluh tahun hidup gue hanya dalam satu paragraf singkat.
Tapi gue sama sekali nggak menyangka kalau gue yang bagaikan katak dalam tempurung, hidup segan mati tak mau dan sering besar pasak daripada tiang ~horeee, dapet nilai A pelajaran Bahasa Indonesia !~akhirnya bisa mengalami sendiri perjalanan yang selama ini cuma bisa gue nikmati dari mendengar cerita-cerita teman.




0 komentar
Hatur Nuhun Sudah Mengomentari, Ya!